BAB
I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam fisika
elektromagnetisme,
sebuah medan elektromagnetik adalah sebuah medan
terdiri dari dua medan vektor yang
berhubungan: medan listrik
dan medan magnet. Medan elektromagnetik
tersebut dibayangkan mencakup seluruh ruang;
biasanya medan elektromagnetik hanya terbatas di sebuah daerah kecil di sekitar
objek dalam ruang. Vektor (E dan B) yang merupakan karakter medan masing-masing
memiliki sebuah nilai yang didefinisikan pada setiap titik ruang dan waktu.
Bila hanya medan listrik
(E) bukan nol, dan konstan dalam waktu, medan ini dikatakan sebuah medan
elektrostatik. E dan B (medan magnet) dihubungkan
dengan persamaan Maxwell.
Medan elektromagnetik dapat dijelaskan dengan sebuah dasar kuantum oleh elektrodinamika
kuantum.
Kelistrikan dapat menghasilkan
kemagnetan. Dapatkah kemagnetan menimbulkan kelistrikan? Kemagnetan dan
kelistrikan merupakan dua gejala alam yang prosesnya dapat dibolak-balik.
Ketika H.C. Oersted membuktikan bahwa
di sekitar kawat
berarus listrik terdapat
medan magnet (artinya listrik
menimbulkan magnet), para ilmuwan mulai berpikir keterkaitan antara kelistrikan
dan kemagnetan. Tahun 1821 Michael Faraday
membuktikan bahwa perubahan
medan magnet dapat menimbulkan arus
listrik (artinya magnet
menimbulkan listrik) melalui eksperimen
yang sangat sederhana.
Sebuah magnet yang digerakkan masuk dan keluar pada
kumparan dapat menghasilkan arus listrik
pada kumparan itu. Galvanometer
merupakan alat yang dapat digunakan untuk mengetahui ada
tidaknya arus listrik yang mengalir.
Pada kehidupan manusia dewasa ini,
peralatan listrik makin banyak digunakan
untuk memperoleh kemudahan maupun kenikmatan. Peran listrik makin banyak digunakan dalam
berbagai prasarana kehidupan. Sehingga
disekitar kita dikelilingi oleh medan listrik (ML) maupun medan elektromagnetik
(ME). Berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui besarnya pengaruh ME maupun ML terhadap
kesehatan.
B. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang tersebut di
atas, maka yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah:
1.
Medan Listrik
2.
Medan Magnet
3.
Induksi Elektromagnetik
4.
Peralatan yang Menggunakan Prinsip Elektromagnetik
5.
Dampak Medan Elektromagnetik Terhadap Kesehatan
C. TUJUAN
Berdasarkan rumusan masalah yang telah
dikemukakan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai dalam makalah ini adalah
untuk mengetahui:
1.
Medan Listrik
2.
Medan Magnet
3.
Induksi Elektromagnetik
4.
Peralatan yang Menggunakan Prinsip Elektromagnetik
5.
Dampak Medan Elektromagnetik Terhadap Kesehatan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1. MEDAN LISTRIK
Apabila diamati dengan cermat tampak
bahwa terjadinya gaya tolak ataupun gaya tarik pada benda-benda bermuatan
listrik berlangsung tanpa kedua benda harus bersentuhan. Ini berarti di sekitar
benda bermuatan listrik terdapat medan listrik, yaitu ruang di sekitar muatan
listrik tempat gaya-gaya listrik terasa pengaruhnya. Medan listrik digambarkan
berupa garis-garis gaya listrik yang ada disekitar benda bermuatan listrik.
2.2. MEDAN MAGNET
Medan magnet adalah suatu daerah di
sekitar magnet di mana masih ada pengaruh gaya magnet. Adanya medan magnet ini
dapat kita tunjukkan dengan menggunakan serbuk besi dan dapat pula menggunakan
kompas.
1. Letakkan sebuah magnet batang.
2. Di atas magnet tersebut, letakkan sehelai kertas putih
(misal kertas karton).
3. Taburkan serbuk besi merata di atas kertas itu.
4. Kemudian ketuk-ketuk kertas itu beberapa kali.
1. Medan Magnet di Sekitar Kawat Lurus Berarus Listrik
Seorang ahli Ilmu Pengetahuan Alam yang
juga guru besar pada Universitas Kopenhagen yang bernama Hans Christian Oersted
(1777 – 1851) dalam penyelidikannya telah menemukan bahwa di sekitar arus
listrik terdapat medan magnet.
Dalam kuliahnya di Universitas
Kopenhagen pada tahun 1820,Oersted menghubungkan baterai dengan sebuah kawat
yang bergerak dekat jarum kompas. Jarum magnetik berputar dan Oersted segera
tahu apa arti gerakan ini. Kawat yang membawa arus bertindak sebagai magnet,
membuktikan hubungan magnetisme dan listrik. Dari percobaan yang dilakukannya
Oersted menyimpulkan bahwa:
a. Di sekitar arus listrik terdapat medan
magnet. Ini dapat dideteksi dengan menggunakan serbukbesi yang memerlukan kuat
arus yang tinggi, jadi tidak bisa dengan baterai yang kecil.
b. Arah medan magnet (garis-garis gaya
magnet) bergantung pada arah arus listrik. Jika arah arus diubah, maka arah
medan magnet berubah.
c. Besar medan magnet dipengaruhi oleh
kuat arus dan jarak terhadap kawat.
Untuk menentukan arah garis-garis gaya
magnet di sekitar penghantar lurus yang dialiri arus listrik agar lebih mudah
digunakan kaidah tangan kanan.
2. Medan Magnet Sebuah Kumparan
Pengaruh medan magnet yang dihasilkan
oleh sebuah penghantar arus terhadap benda yang ada di sekitarnya sangat kecil.
Hal ini disebabkan medan magnet yang dihasilkan sangat kecil atau lemah. Agar
mendapatkan pengaruh medan yang kuat, penghantar itu harus digulung menjadi
sebuah kumparan. Pada kumparan, medan magnet yang ditimbulkan oleh lilitan yang
satu diperkuat oleh lilitan yang lain. Apabila kumparan itu panjang disebut
solenoida. Apabila di dalam kumparan diberi inti besi lunak maka pengaruh
kemagnetannya menjadi jauh lebih besar. Karena kumparan yang dililitkan pada
inti besi lunak akan menimbulkan sebuah magnet yang kuat. Pengaruh hubungan
antara kuat arus dan medan magnet disebut elektromagnet atau magnet listrik.
Keuntungan magnet listrik adalah:
a. Sifat kemagnetannya sangat kuat.
b. Kekuatan magnet itu dapat diubah-ubah dengan mengubah
kuat arus.
c. Kemagnetannya dapat dihilangkan dengan memutuskan arus
listrik.
Magnet listrik dibuat dalam berbagai
bentuk, antara lain: berbentuk huruf U, berbentuk batang, berbentuk silinder,
dan lingkaran. Di antara bentuk-bentuk magnet listrik tersebut yang paling kuat
daya tarik magnetnya adalah yang berbentuk U.
2.3. INDUKSI ELEKTROMAGNETIK
1. GGL Induksi
Ketika
kutub utara magnet
batang digerakkan masuk
ke dalam kumparan, jumlah garis
gaya-gaya magnet yang terdapat di dalam
kumparan bertambah banyak. Bertambahnya
jumlah garis- garis gaya ini
menimbulkan GGL induksi pada
ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan menyebabkan arus listrik
mengalir menggerakkan jarum
galvanometer. Arah arus
induksi dapat ditentukan dengan
cara memerhatikan arah
medan magnet yang ditimbulkannya. Pada saat magnet masuk, garis gaya dalam kumparan
bertambah. Akibatnya medan magnet hasil arus
induksi bersifat mengurangi garis gaya
itu. Dengan demikian, ujung kumparan itu merupakan kutub utara sehingga
arah arus induksi seperti yang
ditunjukkan Gambar 12.1.a (ingat
kembali cara menentukan
kutub-kutub solenoida).
Ketika
kutub utara magnet
batang digerakkan keluar
dari dalam kumparan, jumlah
garis-garis gaya magnet yang terdapat di
dalam kumparan berkurang. Berkurangnya jumlah garis-garis gaya ini juga
menimbulkan GGL induksi pada ujung-ujung kumparan. GGL induksi yang ditimbulkan
menyebabkan arus listrik mengalir dan menggerakkan jarum galvanometer.
Sama halnya ketika magnet batang masuk
ke kumparan. pada
saat magnet keluar
garis gaya dalam kumparan
berkurang. Akibatnya medan
magnet hasil arus induksi bersifat menambah garis gaya
itu. Dengan demikian, ujung, kumparan itu merupakan kutub selatan, sehingga
arah arus induksi seperti yang ditunjukkan Gambar 12.1.b. Ketika kutub utara
magnet batang diam di dalam kumparan, jumlah
garis-garis gaya magnet
di dalam kumparan
tidak terjadi perubahan (tetap).
Karena jumlah garis-garis gaya tetap, maka pada ujung-ujung kumparan tidak
terjadi GGL induksi. Akibatnya, tidak terjadi arus listrik dan jarum
galvanometer tidak bergerak. Jadi, GGL induksi dapat terjadi pada kedua ujung
kumparan jika di dalam kumparan terjadi
perubahan jumlah garis-garis gaya magnet
(fluks magnetik).
GGL yang timbul akibat adanya perubahan
jumlah garis-garis gaya
magnet dalam kumparan
disebut GGL induksi. Arus
listrik yang ditimbulkan
GGL induksi disebut
arus induksi. Peristiwa timbulnya
GGL induksi dan arus induksi akibat adanya perubahan jumlah garis-garis gaya magnet disebut induksi elektromagnetik.
Faktor yang Memengaruhi Besar GGL
Induksi Sebenarnya besar kecil GGL induksi dapat dilihat pada besar kecilnya
penyimpangan sudut jarum galvanometer. Jika sudut penyimpangan jarum
galvanometer besar, GGL induksi dan arus induksi yang dihasilkan besar.
Ada tiga
faktor yang memengaruhi GGL induksi, yaitu : a. kecepatan gerakan magnet
atau kecepatan perubahan
jumlah garis-garis gaya magnet (fluks magnetik), b. jumlah lilitan, c.
medan magnet
2. Penerapan Induksi Elektromagnetik
Pada induksi elektromagnetik terjadi
perubahan bentuk energi gerak menjadi energi listrik. Induksi elektromagnetik
digunakan pada pembangkit energi listrik. Pembangkit energi listrik yang
menerapkan induksi elektromagnetik adalah generator dan dinamo. Di dalam
generator dan dinamo terdapat kumparan dan magnet. Kumparan atau magnet yang
berputar menyebabkan terjadinya perubahan jumlah garis-garis gaya
magnet dalam kumparan. Perubahan
tersebut menyebabkan terjadinya
GGL induksi pada kumparan. Energi
mekanik yang diberikan
generator dan dinamo diubah ke dalam bentuk energi gerak
rotasi. Hal itu menyebabkan GGL induksi
dihasilkan secara terus-menerus
dengan pola yang berulang secara periodik.
Generator dibedakan menjadi dua, yaitu
generator arus searah (DC) dan generator arus bolak-balik (AC). Baik generator
AC dan generator DC memutar
kumparan di dalam medan magnet
tetap. Generator AC sering disebut alternator. Arus listrik yang
dihasilkan berupa arus bolak-balik.
Ciri generator AC
menggunakan cincin ganda.
Generator arus DC, arus yang dihasilkan berupa arus searah. Ciri generator DC
menggunakan cincin belah
(komutator). Jadi, generator AC
dapat diubah menjadi
generator DC dengan
cara mengganti cincin ganda dengan sebuah komutator.
Sebuah
generator AC kumparan
berputar di antara
kutub- kutub yang tak
sejenis dari dua
magnet yang saling
berhadapan. Kedua kutub magnet
akan menimbulkan medan
magnet. Kedua ujung kumparan
dihubungkan dengan sikat
karbon yang terdapat pada
setiap cincin. Kumparan
merupakan bagian generator
yang berputar (bergerak)
disebut rotor. Magnet tetap merupakan bagian generator yang tidak
bergerak disebut stator. Ketika kumparan sejajar dengan arah medan magnet
(membentuk sudut 0 derajat),
belum terjadi arus
listrik dan tidak
terjadi GGL induksi (perhatikan Gambar
12.2).
Pada
saat kumparan berputar perlahan-lahan, arus
dan GGL beranjak
naik sampai kumparan membentuk sudut 90 derajat. Saat itu
posisi kumparan tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan ini kuat
arus dan GGL induksi menunjukkan nilai maksimum. Selanjutnya, putaran kumparan
terus berputar, arus dan GGL makin berkurang. Ketika kumparan mem bentuk sudut
180 derajat kedudukan kumparan sejajar dengan arah medan magnet, maka GGL
induksi dan arus induksi menjadi nol.
Putaran kumparan berikutnya arus dan
tegangan mulai naik lagi dengan arah
yang berlawanan. Pada
saat membentuk sudut 270 derajat, terjadi lagi kumparan
berarus tegak lurus dengan arah medan magnet. Pada kedudukan kuat arus dan GGL
induksi menunjukkan nilai maksimum lagi,
namun arahnya berbeda. Putaran kumparan selanjutnya, arus
dan tegangan turun perlahan-lahan hingga
mencapai nol dan
kumparan kembali ke
posisi semula hingga
membentuk sudut 360 derajat.
Dinamo dibedakan menjadi dua yaitu,
dinamo arus searah (DC) dan dinamo arus bolak-balik (AC). Prinsip kerja dinamo
sama dengan generator yaitu memutar kumparan di dalam medan magnet atau memutar
magnet di dalam kumparan. Bagian dinamo yang berputar disebut rotor. Bagian
dinamo yang tidak bergerak disebut stator. Perbedaan antara dinamo DC dengan
dinamo AC terletak pada cincin yang digunakan. Pada dinamo arus searah
menggunakan satu cincin yang dibelah menjadi dua yang disebut cincin belah
(komutator). Cincin ini memungkinkan arus listrik yang dihasilkan pada
rangkaian luar Dinamo berupa arus searah walaupun di dalam dinamo sendiri
menghasilkan arus bolak-balik. Adapun, pada dinamo arus bolak-balik menggunakan
cincin ganda (dua cincin).
Alat pembangkit listrik arus bolak
balik yang paling sederhana adalah dinamo sepeda. Tenaga yang digunakan untuk
memutar rotor adalah roda sepeda. Jika roda berputar, kumparan atau magnet ikut
berputar. Akibatnya, timbul GGL induksi pada ujung-ujung kumparan dan arus
listrik mengalir. Makin cepat gerakan roda sepeda, makin cepat magnet atau
kumparan berputar. Makin besar pula GGL induksi
dan arus listrik yang dihasilkan. Jika dihubungkan dengan lampu, nyala
lampu makin terang. GGL induksi pada dinamo dapat diperbesar dengan cara
putaran roda dipercepat, menggunakan magnet yang kuat (besar), jumlah lilitan
diperbanyak, dan menggunakan inti besi lunak di dalam kumparan.
3. Transformator
Alat yang digunakan untuk menaikkan
atau menurunkan tegangan AC disebut transformator (trafo). Trafo memiliki dua
terminal, yaitu terminal input dan terminal output. Terminal input terdapat
pada kumparan primer. Terminal output terdapat pada kumparan sekunder. Tegangan
listrik yang akan diubah dihubungkan dengan terminal input. Adapun, hasil
pengubahan tegangan diperoleh pada terminal output. Prinsip kerja transformator
menerapkan peristiwa induksi elektromagnetik. Jika pada kumparan primer dialiri
arus AC, inti besi yang dililiti kumparan akan menjadi magnet (elektromagnet).
Karena arus AC, pada elektromagnet selalu terjadi perubahan garis gaya magnet.
Perubahan garis gaya tersebut akan bergeser ke kumparan sekunder. Dengan
demikian, pada kumparan sekunder juga terjadi perubahan garis gaya magnet. Hal
itulah yang menimbulkan GGL induksi pada kumparan sekunder. Adapun, arus
induksi yang dihasilkan adalah arus AC yang besarnya sesuai dengan jumlah
lilitan sekunder.
Bagian utama transformator ada tiga,
yaitu inti besi yang berlapis-lapis, kumparan primer, dan kumparan sekunder.
Kumparan primer yang dihubungkan dengan PLN sebagai tegangan masukan (input)
yang akan dinaikkan atau diturunkan. Kumparan sekunder dihubungkan dengan beban
sebagai tegangan keluaran (output).
1.1. Macam-Macam Transformator
Apabila
tegangan terminal output lebih besar daripada tegangan yang diubah, trafo yang
digunakan berfungsi sebagai penaik tegangan. Sebaliknya apabila tegangan
terminal output lebih kecil daripada tegangan yang diubah, trafo yang digunakan
berfungsi sebagai penurun tegangan. Dengan demikian, transformator (trafo)
dibedakan menjadi dua, yaitu trafo step up dan trafo step down.
Trafo step up adalah transformator yang berfungsi
untuk menaikkan tegangan AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri:
a. jumlah lilitan primer lebih sedikit daripada jumlah
lilitan sekunder,
b. tegangan primer lebih kecil daripada tegangan
sekunder,
c. kuat arus primer lebih besar daripada kuat arus
sekunder.
Trafo step down
adalah transformator yang berfungsi untuk menurunkan tegangan AC. Trafo ini memiliki ciri-ciri:
a. jumlah lilitan primer lebih banyak daripada jumlah
lilitan sekunder,
b. tegangan primer lebih besar daripada tegangan
sekunder,
c. kuat arus primer lebih kecil daripada kuat arus
sekunder.
1.2.Transformator Ideal
Besar tegangan
dan kuat arus pada trafo bergantung banyaknya lilitan. Besar tegangan sebanding
dengan jumlah lilitan. Makin banyak jumlah lilitan tegangan yang dihasilkan
makin besar. Hal ini berlaku untuk lilitan primer dan sekunder. Hubungan antara
jumlah lilitan primer dan sekunder dengan tegangan primer dan tegangan sekunder
dirumuskan :
Trafo dikatakan
ideal jika tidak ada energi yang hilang menjadi kalor, yaitu ketika jumlah
energi yang masuk pada kumparan primer sama dengan jumlah energi yang keluar
pada kumparan sekunder. Hubungan antara tegangan dengan kuat arus pada kumparan primer dan sekunder dirumuskan
:
Dengan:
Vp = tegangan primer (tegangan input = Vi
) dengan satuan volt (V)
Vs = tegangan sekunder (tegangan output = Vo)
dengan satuan volt (V)
Np = jumlah lilitan primer
Ns = jumlah lilitan sekunder
Ip = kuat arus primer (kuat arus input = Ii)
dengan satuan ampere (A)
Is = kuat arus sekunder (kuat arus output = Io)
dengan satuan ampere (A)
2.4.PERALATAN YANG MENGGUNAKAN PRINSIP
ELEKTROMAGNETIK
Alexander Graham Bell (1847- 1922)
adalah ilmuan dan guru tunarungu asal Scotlandia yang terkenal dengan
penemuannya seperti telegraf ganda (1874), telepon (1876), fotofon (1880), dan
piringan hitam (1886). Pada umumnya hasil penemuan Bell merupakan bentuk
pengabdian terhadap penderita tunarungu.
Banyak alat-alat listrik yang
bekerjanya atas dasar kemagnetan listrik. Misalnya bel listrik, telepon,
telegraf, alat penyambung atau relai, kunci pintu listrik, detektor logam dan
loudspeaker. Alat-alat ukur seperti amperemeter, voltmeter dan galvanometer
dapat dijelaskan dengan prinsip kemagnetan listrik.
1. Bel Listrik
Bagian-bagian
utama bel listrik:
a. Sebuah magnet listrik (A dan B), berupa
magnet listrik berbentuk U
b. Pemutusan arus atau interuptor: C
c. Sebuah pelat besi lunak: D yang
dihubungkan dengan pegas E dan pemukul bel; F (lihat Gambar 12.11)!
Apabila arus
listrik dialirkan dengan jalan menekan sakelar, SK, maka arus listrik mengalir
melalui kumparan. A dan B menjadi magnet, dan menarik D. Oleh karena itu arus
yang melalui titik C terputus, sehingga sifat kemagnetannya hilang. D terlepas
dari tarikan AB. Kontak C tersambung lagi, dan arus mengalir lagi. A dan B
menjadi magnet lagi, menarik D demikian seterusnya berulang-ulang. Selama SK
ditekan. Tiap kali D ditarik oleh AB, maka pemukul F memukul bel G, maka bel
berbunyi.
2.5 DAMPAK MEDAN ELEKTROMAGNETIK TERHADAP KESEHATAN
Dari hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh medan
elektromagnetik terhadap kesehatan apabila terjadi pemajanan dengan intensitas
yang sangat tinggi (hal ini sukar ditemukan dalam pemajanan nyata sehari-hari)
dengan efek terhadap:
1. DNA, RNA, dan sintesis protein
2. Proliferasi sel
3. Respon imun
4.Transduksi signal membran (hormon,
enzim dan neurotransmiter)
Efek – efek tersebut membuktikan bahwa pada tingkat
pajanan yang tinggi akan terjadi gangguan dan pada sisi fisiologis dapat
mempegaruhi beberapa fungsi seperti : fungsi reproduksi, kardiovaskular, saraf,
hematopoetik, endokrin, mutagenesis, sistem imun.
Di dalam tubuh makhluk hidup sendiri terdapat medan
listrik endogen yang mempunyai peranan kompleks dalam mengontrol mekanisme
fisiologis tubuh, seperti aktivitas
saraf otot, sekresi kelenjar, fungsi membran sel, perkembangan dan pertumbuhan,
serta perbaikan jaringan. Dapat
dibayangkan bila ada medan listrik yang lebih besar disekitar kita pastilah
akan mempengaruhi medan listrik endogen. Paparan medan dari luar ini akan
mengakibatkan stress tambahan bagi tubuh dengan akibat: transmisi sinaptik pada
saraf akan bertambah cepat dan menimbulkan respon yang berlebihan yang akhirnya
mengakibatkan kelelahan pada tubuh.
Stress yang disebabkan pajanan medan listrik ini dapat
menyebabkan perubahan gangguan fungsi sistem saraf otonom yang berhubungan
dengan kelenjar adrenal. Dalam kondisi ini sistem saraf otonom akan
mempengaruhi kinerja sistem hormonal yang dapat merangsang naiknya aktivitas
hipotalamus dan Corticotrophin releasing factor (CRF) yang berhubungan dengan
hipofisis anterior serta adrenocortitrophin hormone (ACTH).
Dalam keadaan ini dihasilkan hormon adrenalin yang
berlebihan sehingga mempengaruhi dan mengganggu kerja sistem homeostasis tubuh.
Sangatlah tidak mungkin bagi kita untuk menghindari pajanan medan listrik maupun elektromagnetik ini.
Lepas dari kontroversi akibat pajanan gelombang ini terhadap timbulnya suatu
penyakit maka tidak ada salahnya kita
menghindari pajanan terhadap gelombang ini, misalnya tidak menempatkan radio di
sekitar kepala, tidak duduk dekat microwave yang sedang menyala, penggunaan
telepon genggam yang lama dan pada saat sinyal kurang baik, tidak tinggal di
daerah pajanan listrik yang besar (di bawah tekanan tinggi ) dan sebagainya.
BAB III
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Medan elektromagnetik adalah sebuah medan terdiri dari dua medan vektor yang
berhubungan: medan listrik dan medan magnet.
Medan listrik, yaitu ruang di sekitar
muatan listrik tempat gaya-gaya listrik terasa pengaruhnya. Medan listrik
digambarkan berupa garis-garis gaya listrik yang ada disekitar benda bermuatan
listrik.
Medan magnet adalah suatu daerah di
sekitar magnet di mana masih ada pengaruh gaya magnet. Untuk menentukan arah
garis-garis gaya magnet di sekitar penghantar lurus yang dialiri arus listrik
agar lebih mudah digunakan kaidah tangan kanan. Jika ibu jari menunjukkan arah
arus, maka arah garis gaya magnet dinyatakan oleh jari-jari yang menggenggam.
Agar mendapatkan pengaruh medan yang
kuat, penghantar itu harus digulung menjadi sebuah kumparan. Pada kumparan,
medan magnet yang ditimbulkan oleh lilitan yang satu diperkuat oleh lilitan
yang lain. Apabila kumparan itu panjang disebut solenoida. Apabila di dalam
kumparan diberi inti besi lunak maka pengaruh kemagnetannya menjadi jauh lebih
besar. Karena kumparan yang dililitkan pada inti besi lunak akan menimbulkan
sebuah magnet yang kuat. Pengaruh hubungan antara kuat arus dan medan magnet
disebut elektromagnet atau magnet listrik.
Peristiwa timbulnya GGL
induksi dan arus induksi akibat
adanya perubahan jumlah garis-garis gaya
magnet disebut induksi elektromagnetik.
Induksi elektromagnetik digunakan pada pembangkit energi listrik. Pembangkit
energi listrik yang menerapkan induksi elektromagnetik adalah generator dan
dinamo. Prinsip kerja transformator juga menerapkan peristiwa induksi
elektromagnetik.
Alat-alat listrik yang bekerjanya atas
dasar kemagnetan listrik. Misalnya bel listrik, telepon, telegraf, alat
penyambung atau relai, kunci pintu listrik, detektor logam dan loudspeaker.
Alat-alat ukur seperti amperemeter, voltmeter dan galvanometer dapat dijelaskan
dengan prinsip kemagnetan listrik.
Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh medan
elektromagnetik terhadap kesehatan apabila terjadi pemajanan dengan intensitas
yang sangat tinggi (hal ini sukar ditemukan dalam pemajanan nyata sehari-hari)
dengan efek terhadap
:
1. DNA, RNA, dan sintesis protein
2. Proliferasi sel
3. Respon imun
4.Transduksi signal membran (hormon,
enzim dan neurotransmiter)
Efek–efek tersebut membuktikan bahwa pada tingkat pajanan
yang tinggi
akan terjadi
gangguan dan pada sisi fisiologis dapat mempegaruhi beberapa fungsi seperti :
fungsi reproduksi, kardiovaskular, saraf, hematopoetik, endokrin, mutagenesis,
sistem imun.
B. SARAN
Kepada para pembaca diharapkan untuk
mengadakan diskusi dengan para pakar fisika untuk menambah wawasan tentang
fisika khususnya mengenai energi listrik. Perbanyak referensi-referensi baik
dari buku atau internet. Janganlah berputus asa kemudian menimbulkan suatu
kemalasan. Karena sesungguhnya dunia tetap berputar, waktu yang telah berlalu
tak pernah kembali. Manfaatkan waktu yang kita miliki karena itu adalah sebuah
anugerah dari Sang Pencipta.
DAFTAR PUSTAKA
Yurnadi. Medan
Listrik dan Pengaruhnya terhadap Kesehatan . MKI 2000 : 50 ; 393 -98 ELF – EMF
European Feasibility Study Group. Need
For A European Approach to TheEffects of Extremely Low Frequency
Electromagnetic Fields on Cancer. Scan J
Work Environ Health 1997 ; 23 : 5 – 14.
Mansyur M. Dampak Medan Elektromagnetik Terhadap
Kesehatan. MKI 1998 ; 48 : 264 - 69http://id.wikipedia.org/wiki/Elektrodinamika
http://id.wikipedia.org/wiki/induksi_elektromagnetik
http://www.crayonpedia.org/mw/KEMAGNETAN_9.2_DEWI_GANAWATI






0 komentar:
Post a Comment